Buruk sekali ceritamu, Tuan!
Mataku hampir layu tertusuk aroma busukmu
Bukankah kau mendapati peran utama dalam sandiwara Tuhan yang kau agungkan
Lantas mengapa bisu?!
Atau kau ingin kutampar dengan serpihan kaca di tanganku
Tunggu, bahkan untuk melakukan itu
Aku merasa jijik!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar