Rabu, 30 Maret 2011

Amboi

amboi tentu indah
namun sulit menemukan pelik
dekap, mendekap, meski tak luruh
ada hal yang tersangkut sewaktu berkata
tertinggal dengan sengaja
laksana pagi tak bertemu embun
menyesak dalam hening, tanpa kata

hanya ingin berjalan dengan layak
meski waktu
belum mahir menghapuskan perih

Bandung, 31 Maret 2011

Kamis, 24 Maret 2011

Bukan Nyanyian Angsa

berharap membeku. bisu. pilu. lantas kelu.
ini waktu benarnya tak terkira.
andai separuh hasrat bisa kau jinakan serupa peliharaan.
tentu kacang mustahil lupa akan kulitnya.
pun katak tak lagi seperti dalam tempurung.

aku yang layu.
terkadang membutuhkan engkau yang bebal

Bandung, 25 Maret 2011

Minggu, 20 Maret 2011

Limbung


sepi ini adalah musiman.
ketika kita diam-diam menciptakan riuh yang padam.

sepi ini adalah musiman.
setelah kita segan mengikuti doa angin yang rapuh.

aku bawakan ruh musim yang sama pada bait-bait sajak ini.
agar pesan hangat sampai ke telingamu yang lelah.

dengarkanlah, sebelum bayangan kita benar-benar hilang.

aku tak ingin samar dalam ingatanmu.
lalu kita sama-sama menangis.

karena tak ada yang lebih perih dari musim ini.

Bandung, 2009

Selepas Kenangan



bersama embun kau dekap sejengkal ranting
menusuk kesedihan tanah yang mengecup basah
lantas lepas
yang begitu dekat, katamu
sementara aku hanya sebagian dari titiknya
menjadi layak bagi reruntuhan daun yang menggigil
tangan yang menengadah
mungkin hendak melahirkan gerimis

dan

aku duduk bukan merayu
hanya belajar untuk menipu
bagaimana menyembunyikan luka

Bandung, 2008

Putih atau Hitam

dalam putih tersirat hitam
mengarungi irama gerak serta tuturku
ia gencar mencari celah untuk menyeruak
sekadar penghias, namun menjadi terlarut

hitam merasuki putih
menyihir sorak sorai di puncak bahagiaku
tunduk, bukan berarti mati selamanya
mungkin ya, tersadar dalam hitam di atas putih

aku bertudung dalam kegelapan mata
memanjakan hatiku dengan tangisan
kelak 'kan kubawa sebagai hadiah untukmu
biar putih tak selamanya ada padamu

Bandung, 2008