Selepas Kenangan
bersama embun kau dekap sejengkal ranting
menusuk kesedihan tanah yang mengecup basah
lantas lepas
yang begitu dekat, katamu
sementara aku hanya sebagian dari titiknya
menjadi layak bagi reruntuhan daun yang menggigil
tangan yang menengadah
mungkin hendak melahirkan gerimis
dan
aku duduk bukan merayu
hanya belajar untuk menipu
bagaimana menyembunyikan luka
Bandung, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar