Minggu, 20 Maret 2011

Selepas Kenangan



bersama embun kau dekap sejengkal ranting
menusuk kesedihan tanah yang mengecup basah
lantas lepas
yang begitu dekat, katamu
sementara aku hanya sebagian dari titiknya
menjadi layak bagi reruntuhan daun yang menggigil
tangan yang menengadah
mungkin hendak melahirkan gerimis

dan

aku duduk bukan merayu
hanya belajar untuk menipu
bagaimana menyembunyikan luka

Bandung, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar