Minggu, 20 Maret 2011

Limbung


sepi ini adalah musiman.
ketika kita diam-diam menciptakan riuh yang padam.

sepi ini adalah musiman.
setelah kita segan mengikuti doa angin yang rapuh.

aku bawakan ruh musim yang sama pada bait-bait sajak ini.
agar pesan hangat sampai ke telingamu yang lelah.

dengarkanlah, sebelum bayangan kita benar-benar hilang.

aku tak ingin samar dalam ingatanmu.
lalu kita sama-sama menangis.

karena tak ada yang lebih perih dari musim ini.

Bandung, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar